Rajutan Mam

Rajutan Mama Shop 'n Club
Depok Town Square Lt 1 FS87 no 5-7
0815 939 7625



Selasa, 02 Agustus 2011

@ Indopos

Salah satu liputan dari harian Indopos


Octiani Laraswati, Instruktur Klub Ibu Merajut Asal Kota Depok



Populerkan Teknik Merajut dari Kafe hingga Mal

Lincah dan trendi gayanya. Tutur katanya singkat tapi padat dan tegas. Dia, Octiani Laraswati instruktur klub merajut yang banyak membuka kursus di kafe dan mal di Kota Depok. Seperti apa?

IMPIANNYA sederhana. Ingin membangun kesadaran seni merajut di kalangan remaja dan orangtua. Agar tradisi merajut yang pernah populer pada masa dulu tetap terjaga. Niat itu pun ditumpahkan dengan membagikan ilmu merajut kepada siapa saja.

”Ah, awalnya sekedar hobi kok. Terus ketemu dengan orang yang sama ide. Dan klub merajut berkembang,” tutur ibu rumah tangga ini. Dia mengaku klub ibu merajut yang digagasnya itu bermula dari berkumpulnya sejumlah penggemar pakaian rajutan. Aksi kumpul bareng itu pun diperdalam dengan berbagi ilmu dan pengalaman. Sehingga saling bertambah pengetahuan setiap anggota klub merajut tersebut.

Saat itu, sambung dia juga, klub ibu merajut ini lebih banyak dilakukan di kafe-kafe. Paling tidak tempat makan favorit yang ada di Kota Depok. Dengan syarat tempatnya bisa digunakan dalam waktu lama. ”Kan kalau kumpul begini bisa 3 jam lebih. Ya…untuk berbagi ilmu, curhat dan lainnya,” tuturnya saat ditemui di lokasi klub ibu merajut di Depok Town Square Mal belum lama ini. Hampir semua kafe dan tempat jajan di Kota Depok, tegas dia, pernah dia jajal membuka klub merajut. Meski harus berpindah-pindah. Kebiasaan itulah, sambung dia juga, membuat klub ibu merajut semakin banyak anggotanya. Mereka adalah para ibu rumah tangga. Ada pula kalangan remaja.

”Ya, terbukti kalau merajut itu digemari kok. Bukan hanya ibuibu, anak remaja juga,” cetusnya. Kini terang Octiani juga, jumlah anggota klub ibu merajut itu mencapai puluhan orang di beberapa kafĂ© dan mal. Jumlah anggota itu terus bertambah setiap bulannya. Meksipun saat pertemuan tidak semua bisa hadir. Ditambahkan ibu muda ini anggot klub ibu merajut kebanyakan di atas kategori pemula. Artinya semua anggota yang ada sudah bisa merajut secara baik. Hanya butuh tambahan teknik-teknik saja untuk variasi membuat rajutan.

”Biar tidak kehabisan ilmu, sering-sering liat internet. Disana ada hal baru yang bisa dipelajari tentang merajut,” tuturnya. Buah karya dari merajut ini, lanjut dia lagi, memang belum banyak dikomersilkan. Seluruh hasilnya lebih banyak digunakan untuk kebutuhan pribadi. Karena memang mayoritas anggotanya hanya para pehobi merajut.

”Ada sih yang buat untuk dijual. Tapi itu sebatas pesanan saja. Tidak dijual secara masal,” tambahnya. Dia mengakui karya rajutan itu bisa untuk berbagai kebutuhan. Tak sekadar untuk membuat baju atau pakaian saja. Beberapa aksesoris rumah tangga pun bisa dibuat dengan merajut. Sebagai contoh, anggota klub ibu merajut taplak meja, sarung botol, tas dan lainnya. Semua itu dibuat sesuai kebutuhan sehari- hari.

”Agar lebih terarah. Kita bikin tema saja. Misalkan bulan ini bikin tema merajut tas. Bulan depan bikin apa lagi. Begitu terus,” ungkapnya. Ditanya pilihan mengembangkan klub merajut di mal? Octiani mengaku lebih didasari oleh letihnya berpindah tempat. Mencari kafe-kafe untuk kumpul terasa lebih repot. Sehingga perlu tempat yang lebih permanen.

”Kebetulan mbak Dina Mariani, yang mantan artis itu punya tempat di mal. Jadi diajak dan rasanya cocok,” paparnya juga. Dia berharap dalam waktu dekat hasil karya merajut dari klub ibu merajut bisa dipamerkan. Dalam sebuat showroom yang lebih representatif. Sehingga karyakarya seni itu bisa dinikmati banyak orang. Sekaligus membuka pasar bagi masyarakat yang ingin membeli produk rajutan tersebut. Terkait harga sebuah karya rajutan, dia mengaku tak punya harga persis. Karena merajut itu lebih bernilai dari sisi kesulitan dan teknik saja. Tapi rata-rata harganya mulasi Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu. (*)

Minggu, 31 Juli 2011

Biaya Kursus Merajut

Saat ini kami mengadakan kursus atau pelatihan reguler maupun intensive, kami juga menyelenggarakan workshop dengan tema-tema tertentu. Berikut keterangannya:

1. Kursus reguler dan Intensive

Paket 4 dan 8 session
Paket 3 bulanan (maksimal 2x dalam seminggu)

Syarat dan ketentuan
- uang kursus dibayar dimuka
- setiap session 2-2,5 jam
- biaya tidak termasuk alat dan bahan

Materi
- belajar tusukan dasar crochet maupun knit
- membuat motif dasar crochet maupun knit
- berbagai macam pilihan project sesuai dengan kemampuan


2. Workshop

Jenis-jenis workshop biasanya berupa paket benang dan pola sesuai dengan tingkat kesulitannya, al:
- workshop baca pola
- workshop tas
- workshop dress
- workshop bolero, dlsb

Ikuti terus beritanya di page Rajutan Mama

08159397625

Depok Town Square lt1 FS 87 no 5-7
Depok

Minggu, 01 Mei 2011

Workshop May di Rajutan Mama

Dear Rajuters,

Rangkaian workshop akan kembali hadir. Bekerjasama dengan TBM@Mall Depok Tow Square,kami akan menyelenggarakan rangkaian workshop merajut/merenda selama bulan May. Temanya adalah "Make Your Own Bag",terinspirasi oleh Komunitas Cinta Rajut dari Rajuters Depok yang selalu memakai tas rajutan buatan sendiri. Let's share the idea....

Biaya Workshop termasuk paket benang dan handle bag, Registration: 08159397625

Tg 7May, Knitted Cable Bag
Tas rajutan dengan teknik knitting, dipercantik dengan teknik cable.
Syarat peserta telah menguasai teknik dasar knitting, knit and purl, stockinette dan reversed garter stitch

Tg 14 May, Two Line Bag by Rini
Tas cantik dengan tekni crocheting, hasilnya mirip lapis legit...cantik banget. Sudah paham dc dan make round




Tg 21 May, Flower Square Bag by Duna
Spesialisasi Duna adalah colorful Granny Square,tas ini salah satu masterpiecenya. Need 10coulour yarn....amazing

Senin, 21 Maret 2011

Membuka kelas rajut

Jika anda tertarik dengan membuka kelas rajut, saya ingin berbagi tipsnya. Dulu ketika memulai memberikan kursus rajut tahun 2003, berawal dari iseng. Saya kirim ke beberapa milis, dan responnya bagus. Semakin semangatlah saya, malah murid pertama saya datang ke rumah kontrakan saya. DIa rutin datang setiap minggu....ternyata banyak juga yg berminat dengan kelas merajut.

TAk disangka model kelas spt ini banyak diikuti, bebas pajak kalau kata teman saya yg ahli keuangan. Hehhe...piss ya ...

Ok here we go....
1. Kalau mau jadi guru tentu sudah mahir merajut, menguasai teknik dasar, punya jiwa suka bereksperime. Gampangnya....projectnya sudah banyak
2. Siapkan kurikulumnya. Crochet atau knitting pasti harus mampu menguasai tusukan dasarnya. Materi project paling sederhana.
3. siapkan tempatnya. Ini sih gampang banget, asal ada tempat bisa duduk, pasti bisalah. Duduk lesehanpun OK, kalau udah merajut itu kan lupa berdiri hehhe
4. aiapkan materialnya. Benang, needle dan hook. pastikan ketersediaannya

Selamat mencoba............

Nb: Saat ini Rajutan Mama Shop n Club telah membuka program partnership untuk rajuters jika ingin membuka tempat kursus merajut. Hubungi kami di 08159397625 atau kunjungi kami di ourshop at Depok Town Square 1rst floor FS 87 no 5,6,7 Depok

Sabtu, 05 Februari 2011

tutorial challange feb 2010




mo meramaikan tuto challangenya dydy

Crocheted hat for boy

topi ini dibuat dengan cara bottom-up, ga kaya biasa yg top down

instruksi pembuatan:

1. mohon sesuaikan gauge dan tensionnya ya....
2. buat chain 12x10. make round, knp 10? 10 adalah jumlah bagian topi, 12 adalah jumlah stitch setiap bagiannya.
3. round 1. setiap 12 rantai buat 10 dc dan 2 fpdc, ulangi sampai dengan 10x
4. round 2 s/d 10 ---> kurleb 10cm = baris 1
5. mulai pengurangan, setiap bagian kurangi dengan 1 dc, dalam 1 round akan ada 10 pengurangan. 2 fpdc tetap dibuat ya. buat pengurangan sampai tersisa 2 fpdc.
6. pengurangan fpdc, setiap round cukup kurangi 1 sampai dengan habis.
finishing
7. sc 2 round utk listnya, di bagian depan bisa dibuat kelopak, pake sc juga.

jadi dehh.....tapi kurang seru nih tutorialnya engga ada schemanya....nti coba dibuatin ya. huhuhu moga2 bukan janji palsu ya hehehhe

all about hat





keterangan gambar:

topi hijau dan biru
benang: katun bali @90gr
hook: 4/0
pola: sedikit improve dari buku ondori

cara pengerjaan bottom-up, dibuat dari bawah dahulu. jenis stitch yg dipakai dc dan fpdc

topi pink (huhuhu topinya udah terbang ketiup angin pas naik motor)
benang: tobucil
hook: 5/0
pola: designed by myself

one of my crocheting project




yarn: sweet pea 220gr
hook : 4/0
pattern: ondori books